Selasa, 07 Februari 2017

YANG DIMAKSUD TAHAP PERTANDINGAN

PENDAHULUAN



Latar Belakang

Olahraga merupakan kegiatan-kegiatan yang banyak memerlukan kekuatan tubuh, kecepatan, kelentukan, keseimbangan dan sebagainya, dalam olahraga prestasi untuk untuk mencapai peak performa perlu persiapan yang cukup panjang agar di dalam kompetisi dapat mencapai prestasi maksimum.Untuk menyongsong kompetisi program latihanpun di rancang sedemikian rupa supaya atlet dan menyerap program dengan baik dan dapat mencapai peak performa pada saat masa kompetisi di gelar.Di dalam penyususnan program latihan terdapat pentahapan masa – masa latihan, mulai dari tahap persiapan hingga tahap transisi.Pentahapan tersebut biasa disebut dengan periodesasi latihan.Programnya biasanya dibagi – bagi dalam sejumlah tahap atau periodesasi latihan yaitu : tahap persiapan (preparation period), tahap pertandingan (preparation period) dan, tahap transisi (transition period).
Program penguatan fisik umum diberikan pada tahap persiapan umum, pada tahap persiapan khusus digunakan untuk memperhalus teknik dan taktik.Pada tahap pertandingan penyempurnaan semua aspek latihan, terutama aspek fisik, teknik, dan mental, untuk memperoleh prestasi puncak pada pertandingan utama.Pada tahap pertandingan ini latihan fisik sudah tidak diberikan karena sudah diberikan pada tahap TPU.Jarver (1969) menanamkan setiap tahap tersebut tahap  “foundation, preparation, competitive, dan active rest”. Pyke (1991) menanamkannya, “pre – season, in – season, dan tahap active rest”.Sedangkan Harsono (1988) mengistilahkan sebagai, “musim persiapan, musim pematangan juara, dan musim usai pertandingan”.Pada tahap pra pertandingan volume latihanmenurun dan intensitas latihan naik, karena pada TPP difokuskam pada exebition match atau pertandingan uji coba, latihan teknik, taktik dan fisik.Sedangkan pada tahap pertandingan utama terdapat juga didalamnya tahap penurunan beban latihan.Pada tahap pertandingan utama, lebih difokuskan pada latihan taktik, dan lebih sedikit latihan fisik.

PEMBAHASAN


2.1    Tahap Pertandingan

Salah satu tujuan pada tahap pertandingan adalah penyempurnaan semua aspek latihan, terutama aspek fisik, teknik, dan mental, untuk memperoleh prestasi puncak pada pertandingan utama.Teknik dasar yang sudah terbentuk pada TPU, lalu disempurnakan pada TPK harus sudah mendekati sempurna.Jika pada tahap ini atlet masih belum menguasai keterampilan teknik dengan baik, maka dapat diperkirakan pelatih membuang waktu dengan percuma.
Menurut Ozolin (1971), yang menjadi tujuan umum tahap pertandingan adalah sebagai berikut:
a.       Semakin mengembangkan kemampuan biomotor dan ciri psikologis sesuai dengan kekhasan cabang olahraga yang bersangkutan.
b.      Tetap melakukan latihan – latihan untuk menyempurnakan fisik.
c.       Menyempurnakan dan memantapkan teknik.
d.      Menyempurnakan taktik.
e.       Mencari pengalaman bertanding (banyak bertanding, namun jangan terlalu banyak).
f.       Memperbaiki tingkat pengetahuan teoritis mengenai cabang olahraga, termasuk peraturan serta strategi pertandingan.
Menurut Yudiana (2008), “waktu  yang dibutuhkan pada tahap pertandingan adalah sekitar 5 – 6 bulan, tergantung pada cabang olahraga dan jenis rencana tahunannya”. Pada tahap pertandingan, kondisi fisik yang telah dimiliki TPK harus tetap dipertahankan agar kondisi fisik tersebut dapat mendukung kepada aspek lainnya yaitu aspek teknik, taktik, mental, serta penampilan dan prestasi atlet.Selain itu juga pada tahap ini penekanan latihan adalah pada bentuk – bentuk latihan dan keterampilan yang khas dari cabang olahraga yang dilakukan.Pada tahap ini juga harus banyak dilakukan tes uji coba dan pertandingan agar atlet terlatih dalam suasana stres fisik dan mental. Pemberian stres ini diharapkan dapat menumbuhkan kedewasaan serta sikap kematangan juara, seperti menurut Harsono (1998) yaitu sebagai berikut:
a.       Semangat bertanding serta disiplin yang tinggi karena tanpa disiplin tak mungkin bisa jadi juara.
b.      Pantang menyerah.
c.       Emosi yang seimbang mekipun berada dalam situasi stres.
d.      Percaya diri.
e.       Kemampuan untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi stres.
f.       Sportivitas.

Karakteristik Latihan
a.       Beban latihan yang diberikan pada kekhasan cabang olahraga relatifakan semakin meningkat. Hal ini bertujuan agar konsistensi perkembangan prestasi dapat lebih terjamin.
b.      Intensitas latihan meningkat.
c.       Volume latihan menurun.
d.      Untuk memudahkan perencanaan dan untuk alasan metodologis, maka tahap pertandingan dibagi menjadi dua subfase sebagai berikut:

2.1.1             Tahap Pra Pertandingan (TPP)

Berikut pemahaman mengenai Tahap Pra Pertandingan (TPP):
1)             Lama latihannya sekitar 2 bulan
2)             Tujuannya yaitu untuk melibatkan atlet dalam berbagai jenis pertandingan atau ekshibisi tidak resmi sehingga pelatih dapat mengevaluasi secara objekif dan mengamati serta menilai sampai seberapa jauh tingkat kemampuan atletnya disegala aspek latihan (fisik, teknik, taktik, dan mental). Menang atau kalah bukan merupakan tujuan utama dari tahap ini.
Karakteristik latihan:
1)             Volume latihan menurun yaitu sekitar 60%
2)             Intensitas latihan naik menjadi sekitar 80%
3)             Latihan fisik, yaitu dalam bentuk mempertahankan kondisi fisik yang telah dikembangkan pada tahap sebelumnya.
4)             Latihan teknik, berupa keterampilan teknik harus sudah sempurna.
5)             Penekanan latihan pada taktik yaitu pola pertahanan dan penyerangan, baik pada olahraga perorangan maupun beregu, serta pola dan formasi – formasi permainan harus diketahui oleh atlet.
6)             Bobot volume latihan:             Taktik              : sekitar 50%
Fisik                 : sekitar 20%
Teknik             : sekitar 20%
Lain – lain       : sekitar 10%
7)             Mempersiapkan secara khusus mengenai perkembangan mental dan emosional atlet.
8)             Pertandingan uji coba dapat diberikan sebanyak mungkin disesuaikan dengan kebutuhan.
9)             Hindarkan hal – hal yang dapat menyebabkan cedera, karena pada tahap ini rawan akan terjadinya cedera.
10)         Masa ini merupakan masa yang paling berat karena kelesuhan serta kejenuhan sering timbul pada diri atlet sehingga stres sering mempengaruhi atlet.
Berikut adalah aspek – aspek yang perlu dilatih dalam TPP:
1)             Taktik
Pada tahap pra pertandingan ini adalah tahap awal dari keseluruhan tahap pertandingan. Tujuan utama dari tahap ini agar penampilan dan prestasi atlet atau tim bisa semakin meningkat sehingga peak performanya. Karena itu pada tahap ini pola dan formasi pertahanan dan penyerangan harus dilatihkan sedemikian rupa sehingga berkembang menjadi suatu kesatuan gerak yang sempurna (a smoothly functioning band precision unit). Menurut Harsono (1988),“ setiap pola penrtahanan dan penyerangan haruslah dikenal dan dikuasai oleh setiap anggota tim, agar dengan demikian hamper tidak mungkin regu lawan akan dapat mengacaukan regu kita dengan suatu bentuk serangan atau pertahanan yang tidak di kenal.
2)             Teknik
Latihan teknik di TPP harus di usahakan dimaksimalkan, baik teknik – teknik bagian maupun kombinasi dan rangkaian dari beberapa teknik bagian.Pada akhir TPP yang berlangsung kira – kira dua bulan, teknik gerakan harus sudah sempurna dan hampir sempurna.Sebab dalam TPUT nanti fokus perhatian latihan pidah ke asek taktik yang semakin rumit.Jadi teknik belum sempurna, maka tidak mungkin latihan taktik bisa dimaksimalkan atau berjalan dengan mulus dan efektif.
3)             Fisik
Latihan fisik yang spesifik untuk cabang olahraga yang sudah diawali di akhir TPK, dalam tahap ini dilanjutkan dan ditingkatkankinerjanya sesuai dengan prinsip “specificity of training” dan periodesasi latihan fisik.Contoh : komponen fisik yang diperlukan oleh atlet tenis bukan hanya daya tahan (aerobik) , fleksibilitas dan kekuatan. Dia juga memerlukan unsure lainnya, yaitu dya tahan anaerobic, baik yang alactacid maupun lactacid, agilitas , kecepatan , power , daya tahan otot. Dalam TPP ini komponen – komponen tersebut harus dilatih secara maksimal , sehingga di TPUT kelak atlet tinggal memelihara (maintain) yang sudah dicapai di TPP.Dalam TPP ini juga diperlukan UJI COBA kecuali latihan – latihan tersebut di atas, tujuan latihna dalam tahap pra pertandingan ini adalah juga untuk melibatkan atlet dalam berbagai cobaan pertandingan yang intensitasnya diusahakan semakin meningkat secara progresif.Tujuannya adalah agar pelatih dapat mengevaluasi secara obyektif dan menilai tingkat kemampuan para atletnya di segala aspek training.
Setiap  pertandingan atau uji coba sebaiknya dia dahului dengan unloading singkat agar tubuh dapat melakukan egenerasi sehingga overkompensasi bisa muncul pada waktu uji coba tersebut. Seperti diketahui n, kinerja atlet mencapai puncaknya di tahap overkompensasi ini (Harsono, 2000).Pelibatan atlet dalam pertandingan juga penting guna mengevaluasi atau menilai program yang telah dirancang oleh pelatih.Dengan demikian yang diujikan bukan hanya atlet namun juga pelatih.

IPTEK dalam TPP

Menurut Harsono, (2004), “dalam TPP ini, untuk latihan dengan kualitas tinggi, penerapan IPTEK olahraga semakin menjadi penting”. Karena itu sentuhan – sentuhan bidang – bidang ilmu yang erat hubungannya dengan olahraga dan yang bisa memberikan sumbangan yang positif bagi perkembangan prestasi, seperti faal olahraga, anatomi, hukum – hukum biomekanika, psikologi olahraga, prinsip dan metodologi belajar/ mengajar harus bisa diberikan pelatih dalam latihan. IPTEK harus masuk disegala segi kehidupan atlet.

2.1.2             Tahap Pertandingan Utama (TPUT)

Ciri – ciri dari Tahap Pertandingan Utama (TPUT) ini sebagai berikut:
1)             Lama latihannya sekitar 3 bulan.
2)             Tujuannya adalah sebagai berikut:
·           Menggali potensi atlet untuk berkembang seoptimal mungkin, baik potensi fisik, teknik, taktik dan mental karena aspek ini merupakan komponen utama untuk meraih kemenangan sehingga prestasi atlet dapat mencapai puncaknya pada pertandingan utama yang dijadikan target selama ini (hari H).
·           Atlet sudah dalam kondisi siap tempur sehingga lebih percaya diri dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai kemenangan.
Karakteristik latihan:
1)             Intensitas latihan naik tajam, yaitu mencapai 90% - 100%.
2)             Volume latihan menurun tajam.
3)             Tes – tes uji coba/ try out, bertahap dari pertandingan yang kurang berat meningkat ke yang lebih berat, atau selang – seling antara pertandingan berat dan ringan supaya ada keseimbangan antara menang dan kalah. Try out boleh banyak, namun jangan terlalu banyak.
4)             Bobot volume latihan:             Taktik              : sekitar 70%
Teknik             : sekitar 10%
Mental             : sekitar 15%
Fisik                : sekitar 5%
5)             Sekitar satu minggu sebelum hari H adalah tahap unloading (pengurangan beban latihan).
6)             Dua hari menjelang “hari H” latihan ringan, waktu singkat, dan intensitas rendah..
Didalam tahap pertandingan utama terdapat pula tahap penurunan beban (unloading phase). Berikut pemahaman mengenai tahap penurunan beban:
1)             Lamanya sekitar 1 sampai 2  minggu sebelum “hari H” (jangan lebih dari dua minggu).
2)             Tujuannya adalah untuk regenerasi seluruh fungsi organisme tubuh dan regenerasi psikologis, terutama sistem pusat syaraf dan mental atlet menjelang dia terjun dalam pertandingan utama.
Karakteristik latihan:
a.              Minggu I (2 minggu sebelum “hari H”), intensitas latihan turun sampai 50% - 60%, dan latihan beban dikurangi.
b.             Minggu II (1 minggu sebelum “hari H”), program latihan beban dihapus, intesitas dan volume latihan makin diturunkan. Dengan demikian atlet akan merasa segar dan siap untuk diterjunkan dengan usaha maksimal di pertandingan utama. Untuk dua hari sebelum “hari H”, latihan dengan intensitas rendah dan waktunya singkat, suasana harus relaks dan menyenangkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan yang menyangkut masalah psikologis sebelum pertandingan, yaitu sebagai berikut:
·           Melakukan rutinitas kehidupan sehari – hari, misalnya makan pada jam yang sama, lari pagi, istirahat cukup.
·           Jika sehari sebelum pertandingan, anda ingin berlatih, maka latihanlah sesuai dengan waktu pertandingan besok, dan berlatihlah dilokasi pertandingan, dan jangan terlalu lelah.
·           Ketegangan merupakan hal yang wajar, usahakan ketegangan tersebut diperkecil dengan berfikir positif, mengingat kemampuan yang dimiliki dan melupakan kelemahan.
·           Berdoa memohon kekuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan bertekad untuk bermain sebaik mungkin.
Berikut aspek – aspek yang harus dilatihkan pada tahap pertandingan utama:
1)             Taktik dan Strategi
Dalam TPUT ini, penekanan latihan adalah pada taktik permainan.Khusus untuk cabang – cabang olahraga yang ada aspek taktiknya seperti bola voli, basket, tenis, sepakbola, dll.Yang diutamakan dalam TPUT ini adalah latihan yang ditekankan pada pola – pola dan manuver – manuver pertahanan dan penyerangan.Semua pola dan formasi penyerangan dan pertahanan tidak satu pun yang boleh luput dari perhatian pelatih. Menurut Harsono (2004), “strategi adalah rancangan peperangan, sedangkan taktik adalah action di medan perang”. Strategi mengacu pada konsep umum dalam mengorganisasi latihan atau pertandingan bagi atlet atau tim dalam persiapan menghadapi suatu pertandingan akbar. Sedangkan taktik mengacu kepada rencana persiapan menghadapi suatu aksi atau pertandingan tertentu, yang merupakan bagian intrinsik dari kerangka umum suatu strategi.
2)             Fisik
Tujuan latihan fisik dalam TPUT adalah untuk memelihara dari standar atau tingkat kondisi fisik yang telah dicapai selama tahap – tahap latihan sebelumnya.Yang perlu diperhatikan ialah bahwa program latihannya ialah latihan spesifik cabang olahraganya, baik sistem energi maupun unsur – unsur biomotoriknya. Menurut Harsono (2001), “ketentuan latihan kekuatan sejak TPUT ialah adaptasi anatomik, kekuatan maksimal, dan kekuatan ini kelak dikonversi menjadi power dan daya tahan kekuatan”.
3)             Volume dan Intensitas
Untuk cabang olahraga yang daya tahan aerobiknya merupakan faktor yang dominan (marathon, renang/lari/bersepeda jarak jauh), volume latihan masih bisa tinggi. Namun untuk cabang – cabang olahraga yang merupakan kesempurnaan unsur – unsur koordinasi, kecepatan, dan atau power, volume latihannya bisa diturunkan sampai sekitar 50% dari volume yang diberikan pada tahap persiapan. Sebaliknya, intensitas latihannya ditingkatkan secara bertahap, dan mencapai tingkatnya yang tinggi sekitar 2 – 3 minggu sebelum pertandingan utamanya.Selama tahap pertandingan utama ini, latihan dengan intensitas yang maksimal sebaiknya tidak melebihi 3 kali per micro cycle.Kelak pada tahap unloading, intensitas latihannya secara bertahap diturunkan.

Jumlah pertandingan menurut Rushal dan Pyke (1990), “jika atlet ingin mencapai hasil terbaiknya, jumlah uji coba yang diperlukan selama tahap pertandingan bisa 7 – 10 buah”.Namun jadwalnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga densitasnya (intervalnya) antara setiap pertandingan jangan terlalu rapat.Sebab atlet memerlukan recovery dan regenerasi usai tiap uji coba.Jadi setiap masa uji coba sebaiknya ada suatu masa transisi yang singkat.

PENUTUP



3.1    Kesimpulan

Dari penjelasan – penjelasan di atas mengenai tahap pertandingan, dapat di ambil beberapa kesimpulan yakni:
1)        Tahap pertandingan adalah tahap yang mempunyai tujuan untuk menyempurnakan semua aspek fisik, teknik, dan mental, untuk memperoleh prestasi puncak pada pertandingan utama.
2)        Tahap pra pertandingan mempunyai masa latihan sekitar 2 bulan, untuk melibatkan atlet dalam berbagai jenis pertandingan atau ekshibisi tidak resmi sehingga pelatih dapat mengevaluasi secara objekif dan mengamati serta menilai sampai seberapa jauh tingkat kemampuan atletnya disegala aspek latihan (fisik, teknik, taktik, dan mental). Dalam tahap ini, volume latihan menurun dan intensitas ditingkatkan.
Tahap pertandingan utama mempunyai masa latihan sekitar 3 bulan, dengan tujuan menggali potensi atlet untuk berkembang seoptimal mungkin, baik potensi fisik, teknik, taktik dan mental. Pada tahap ini atlet sudah dalam kondisi siap menghadapi pertandingan.

DAFTAR RUJUKAN

Budiwanto. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Malang: Universitas Negeri Malang.

Yudiana, Herman dkk. 2008. Dasar- Dasar Kepelatihan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Harsono.2004. Perencanaan Program Latihan.Bandung: Tambak Kusuma.

Kuswari. 2012. Periodesasi Latihan. (online), (https://murykuswari10.wordpress. com /2012/06/10/periodesasi-latihan/), diakses 4 Februari 2014.

1 komentar:

  1. YANG DIMAKSUD TAHAP PERTANDINGAN

    modal cuma 50rb dapatkan presentase kemenangan terbaik di Bolavita
    tebak angka jitu terbaik
    Untuk info lebih lanjut bisa melalui:
    whatup : 08122222995
    Wechat : Bolavita.
    Line : Cs_bolavita.
    BBM: D8C363CA

    BalasHapus